Ahad, 5 Disember 2010

WASIAT NABI S.A.W KEPADA IMAM ALI A.S

Imam Ali bin Abi Thalib as berkata : “Bahwa Rasulullah saw berwasiat kepadaku dengan sabda beliau :

“Ya Ali! Aku berwasiat kepadamu dengan sesuatu wasiat, maka jagalah dia baik-baik, kerana selama engkau memelihara wasiat ini niscaya engkau akan tetap berada dalam kebaikan.


“Ya Ali! Bagi orang mukmin itu ada tiga tanda : Melakukan sholat, berpuasa dan berzakat.


Dan bagi orang munafik ada pula tiga tandanya : Pura-pura sayang bila berhadapan, mengumpat di belakang dan gembira bila orang lain mendapat musibah.”


“Bagi orang zalim ada tiga cirinya : Menggagahi orang bawahannya dengan kekerasan, orang diatasnya dengan kedurhakaan dan melahirkan kezalimannya secara terang-terangan”.


“Bagi orang riya’ ada tiga tandanya : rajin bila di depan orang ramai, malas bila bersendirian dan ingin dipuji untuk semua perkara”


“Bagi orang munafik ada tiga tandanya : Bohong bila berkata, mengingkari bila berjanji dan khianat apabila dipercaya”.


“Ya Ali, bagi orang pemalas ada tiga tanda : menunda-nundakan waktu, mensia-siakan kesempatan dan melalaikannya sampai berdosa.”


“Dan tidak patut orang berakal menonjolkan dirinya kecuali tiga perkara : berusaha untuk penghidupan atau mencari hiburan dalam sesuatu perkara yang tidak terlarang atau mengenangkan hari akhirat”.


“Ya Ali! Diantara bukti orang yang percaya kepada Allah ialah tidak mencari kerendahan seseorang dengan kemurkaan Allah, tidak menyanjung seseorang atas nikmat yang diterima, dan tidak mencela seseorang bila tidak mendapat nikmat Allah. Ingatlah bahwa rizki tidak dapat diraih oleh orang yang sangat tamak mendapatkannya, dan tidak pula dapat dielak oleh orang yang tidak menyukainya.Allah telah menjadikan nikmat karunia dan kelapangan itu dalam yakin dan ridho dengan pemberian Allah dan Ia menjadikan kesusahan dan kedukaan itu dalam murka terhadap rezeki yang telah ditentukan oleh Allah.


“Ya Ali! Tidak ada kefakiran yang lebih hebat daripada kebodohan, tidak ada harta yang lebih berharga daripada akal, tiada kesepian yang lebih sunyi daripada ujub (Kagum kepada diri sendiri), tiada kekuatan yang lebih kuat daripada musyawarah, tiada iman keyakinan, tiada wara’ yang lebih baik daripada menahan diri, keindahan seindah budi pekerti dan tidak ada ibadah yang melebihi tafakkur.


“Ya Ali! Segala sesuatu itu ada penyakitnya. Penyakit bicara adalah bohong, penyakit ilmu lupa, penyakit ibadah adalah riya’, penyakit budi pekerti adalah memuji, penyakit berani adalah agresif, penyakit pemurah adalah menyebut-nyebut pemberian, penyakit cantik adalah sombong, penyakit bangsawan adalah bangga, penyakit malu adalah lemah, penyakit mulia adalah menonjolkan diri, penyakit kaya adalah bakhil, penyakit royal (mewah) adalah berlebih-lebihan dan penyakit agama adalah hawa nafsu”.


“Ya Ali! Apabila engkau disanjung orang, bacalah kalimat ini :


Ya Allah, jadikanlah aku lebih baik daripada apa yang mereka katakan. Ampunilah dosaku apa yang mereka tidak ketahui, dan janganlah aku disiksa tentang apa-apa yang mereka katakan.


“Ya Ali! Apabila engkau puasa sampai petang, maka ucapkanlah dikala engkau berbuka : “Untuk-Mu lah aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu lah aku berbuka.” Niscaya dituliskan bagimu pahala orang puasa pada hari itu dengan tidak kurang sedikit pun daripada pahala mereka. Ketahuilah, bahwa bagi setiap orang yang berpuasa itu ada doa yang diperkenankan. Maka jika ia pada permulaan suapannya waktu makan mengucapkan : “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, wahai Tuhan Yang Maha Luas pengampunan-Nya, ampunilah aku.”Niscaya diampuni dosanya. Ketahuilah bahwa puasa itu adalah perisai yang akan menangkis bahaya api neraka.


“Ya Ali! perbanyakkanlah membaca surah Yaasin kerana didalamnya terdapat sepuluh macam barokah. Tiada orang yang membacanya waktu lapar (puasa) kecuali kenyang, tiada yang haus kecuali lepas hausnya, tiada yang bertelanjang kecuali peroleh pakaian, tiada yang sakit melainkan sembuh, tiada yang takut kecuali aman, tiada yang dipenjarakan melainkan lepas, tiada yang bujang melainkan kawin, tiada musafir melainkan matanya terang dalam perjalanan, tiada orang yang hilang barangnya melainkan menemukannya, tidak dibacakan keatas orang yang hampir tiba ajalnya melainkan diringankan baginya. Barangsiapa membacanya ketika subuh niscaya ia akan aman sampai petang dan barangsiapa yang membacanya di waktu petang niscaya ia akan aman sehingga ke pagi.


“Ya Ali! Bacalah surah ad-Dukhan pada malam Jum’at, niscaya Allah memberi ampunan kepadaMu.


“Ya Ali! bacalah surah Hasyr, niscaya engkau akan berkumpul pada hari kiamat dalam keadaan aman dari sesuatu.


“Ya Ali! bacalah surah al-Mulk dan as-Sajdah, niscaya engkau diselamatkan Tuhan dari marabahaya hari kiamat.


“Ya Ali! bacalah surah al-Mulk waktu tidur nescaya engkau selamat dari azab kubur dan dari pertanyaan Malikat Munkar dan Nakir.


“Ya Ali bacalah surah al-Ikhlas dalam keadaan berwudhu’, niscaya engkau akan diseru pada hari kiamat : Hai pemuji Tuhan, bangkitlah, maka kemudian masuklah ke dalam syurga.


“Ya Ali! bacalah surah al-Baqarah kerana membacanya itu membawa berokah. Dan tidak mau membacanya itu membawa penyesalan.


“Ya Ali! jangan terlalu lama duduk di bawah cahaya matahari kerana itu akan menimbulkan penyakit lama datang kembali, merusakkan pakaian dan mengubah warna muka.


“Ya Ali! Engkau akan aman dari bahaya kebakaran jika engkau mengucapkan : Subhana Robbi laa ilaha illa anta a’laika tawakkaltu wa anta Robbul ‘Arsyil ‘Azhim.


“Ya Ali! Engkau aman dari was-was syaitan bilaengkau baca :


(surah al-Isra’ : 45-46)


“Ya Ali! apabila engkau berdiri di depan cermin maka ucapkanlah :YAA ALLAH sebagaimana Engkau telah mengindahkan kejadianku maka indahkanlah pula budi pekertiku dan berikanlah aku rezeki.


“Ya Ali! apabila engkau keluar dari rumah untuk sesuatu hajat keperluan maka bacalah Ayat Kursi niscaya hajat engkau, insya Allah, akan makbul.


“Ya Ali lakukanlah sholat ditengah malam sebentar walaupun sesingkat kadar waktu memerah susu kambing dan berdoalah kepada Allah di waktu sahur.”

Tiada ulasan:

Catat Ulasan